Produktivitas Kerja dalam EKIS


Saya Dimas Naufal Azmi dari Universitas Muhammadiyah Malang dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan NIM 201910160311035 Semerter 4 Kelas A, disini akan membahas tentang Produktivitas Kerja dalam EKIS, Jadi Sistem  Ekonomi  Islam  tidak sekedar  memandang  kerja  sebagai  pendorong utama aktivitas perekonomian, tapi lebih dari itu kerja merupakan perbuatan mulia  dalam  rangka  mewujudkan  kemaslahatan  individu  dan  masyarakat. Bekerja  dalam  sistem  ekonomi  Islam  merupakan  suatu  keharusan  sebagai kewajiban    syara`    dan    dipandang    sebagai    bentuk    ibadah    bagi    yang melakukannya.  Sehingga  segala  bentuk  pengangguran,  termasuk  meminta-minta  dipandang  sebagai   perbuatan  tercela.  Bekerja  mendapat  perhatian khusus baik dalam Al-Qur`an maupun Hadits-Hadist Nabi Muhammad SAW

Islam sebagai  agama yang dapat  melahirkan  suatu  sistem  ekonomi holistik yang dikenal dengan sistem ekonomi Islam. Selain agama Islam tidak ada agama lain di dunia  yang  melahirkan  sistem  ekonomi. sistem dari Ekonomi Islam tidak sekedar  memandang kerja sebagai  pendorong  utama  aktivitas  perekonomian, tapi kerja merupakan perbuatan yang mulia dalam rangka mewujudkan  kemaslahatan bersama. Bekerja merupakan perintah Allah SWT dan menjadi sunnah Rasulullah  SAW. Sehingga segala bentuk  pengangguran, termasuk meminta-minta merupakan perbuatan tercela bagi umat beragama islam.

 

Konsep Kerja Dan Produktivitas Dalam Islam

Menurut  Pramandhika  sesorang  yang  bekerja  adalah  adalah  mereka yang  menyumbangkan  jiwa  dan  tenaganya  untuk  kebaikan  diri,  keluarga, masyarakat,  dan  negara  tanpa  menyusahkan  orang  lain.Oleh  karena  itu, kategori “ahli surga” seperti yang digambarkan dalam al-Qur’an bukanlah orang  yang    mempunyai    pekerjaan/jabatan    yang    tinggi    dalam  suatu organisasi,  tetapi  orang  yang  mempunyai  derajat  taqwa  kepada  Allah,  yaitu orang yang  khusyu   dalam   shalatnya,  baik  tutur katanya, memelihara kemaluannya serta menunaikan tanggungjawab sosialnya seperti mengeluarkan zakat dan lainnya. Orang-orang yang bekerja dengan tangannya   sendiri untuk memuhi kebutuhan hidupnya  maupun  kebutuhan  anak  dan  istrinya,  maka  orang-orang seperti  ini dapat dikategorikan  sebagai jihad  fisabilillah / dalam bahasa  indonesianya fisabilillah yang berarti dijalan allah berarti mereka yang bekerja menggunakan tangannya sendiri mereka orang orang yang berada dijalan allah.



Produktivitas,  secara  terminology / istilahnya sangat erat kaitannya  bekerja.  Jadi, bisa  simpulkan  bahwa  produktivitas dalam Islam, khususnya  yang  dibahas didalam Al-qur’an merupakan sesuatu konsep yang sangat penting. Adapun ayat –ayat yang membahas mengenai produktivitas yaitu firman Allah dalam Al-qur’an Q.S An-Nisa’ ayat 95

Terjemahnya: “Tidaklah  sama  antara  orang  beriman  yang  duduk  (yang  tidak  turut berperang)   tanpa   mempunyai   uzur   (halangan)   dengan   harta  dan jiwanya.  Allah  melebihkan  derajat  orang –orang  yang berjihad  dengan harta  dan  jiwanya atas  orang-orang  yang  duduk  (tidak  ikut  berperang tanpa  halangan).  Kepada  masing –masing,  Allah  menjanjikan  (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan   pahala yang besar”

Kata   kunci   dari   ayat    diatas,   terkait   produktivitas    adalah   kata “berjihad”. Akan  tetapi,ayat  tersebut harus dipahami secara konseptual. Seandainya  kita dapat memahami  ayat  tersebut secara konseptual karena kata ‘berjihad” dalam    ayat    tersebut    akan    mempunyai  makna  yang  lebih  luas  dan  mendalam.  Secara konseptual, kata “berjihad” dalam ayat tersebut dapat diartikan “bekerja” Makna    bekerja    disini    bukan    dalam    arti    bekerja    saat    terjadi peperangan,  tetapi  bekerja    dalam    arti    yang    sangat    luas,    sebagai    contoh  misalnya;  bekerja  untuk mencari nafkah bagi keluarga. Dengan catatan mendapatkan pekerjaan / bekerja yang halal, yang tidak dilarang oleh agama islam seperti : Berjudi, MLM, Studio Tato, dll.

Prinsip Berkerja Menurut Islam

Prinsip  bekerja  dalam Islamjuga  dijelaskan  oleh  Akh.  Muwafik  Saleh dalam  bukunya   yang   berjudul  Bekerja   dengan  Hati  Nurani,  mengatakan selama   ini,   banyak   orang   bekerja   untuk   mengajar   materi   belaka   demi kepentingan   duniawi,  mereka  tak  sedikitpun   memerdulikan   kepentingan akhirat  kelak.  Oleh  karena  itu  sudah  saatnya  para  pekerja  bekerja  dengan motivasi yang dapat memberikan kepribadian yang baik dan dibenarkan oleh Islamyang harus memenuhi ciri-ciri sebagai beriku:

1.Niat Baik dan Benar (Mengharap Ridha Allah SWT)

Sebelum   seseorang   bekerja,   harus   mengetahui   apa   niat   dan motivasi dalambekerja, niat inilah yang akan menentukan arah pekerjaan. Jika  niat  bekerja  hanya  untuk  mendapatkan  gaji,  maka  hanya  itulah  yang akan   didapat.   Tetapi   jika   niat   bekerja   sekaligus   untuk menambah simpanan  akhirat,  mendapat  harta  halal,  serta menafkahi  keluarga,  tentu akan    mendapatkan    sebagaimana    yang    diniatkan.Rasulullah    SAW bersabda:

Dari Sa‟ad bin Abu Waqqash radiallahu ‘anhu,  Rasulullah Shallallahu‘Alaihi wa Sallam bersabda  kepadanya:“Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan (bekerja) yang kamu niatkan untuk mencari keridhaan Allah niscaya kamu akan diberi pahala sebagai apa yang kamu sediakan untuk makan istrimu.” (HR. Bukhari-Muslim).

2.Takwa Dalam Bekerja

Takwa di sini terdapat dua pengertian. Pertama, taat melaksanakan perintah dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Kedua, sikap tanggung jawab   seorang   muslim   terhadap   keimanan   yang   telah   diyakini   dan diikrarkannya.  Orang  yang  bertakwa  dalam  bekerja  adalah  orang  yang mampu  bertanggung  jawab  terhadap  segala  tugas  yang  diamanahkan. Orang  yang  bertakwa  atau  bertanggung  jawab  akan  selalu  menampilkan sikap-sikap  positif,  untuk  itu  orang  yang  bertakwa  dalam  bekerja  akan menampilkan sikap-sikap sebagai berikut:

  1. Bekerja  dengan  cara  terbaik sebagai  wujud  tanggung  jawab  terhadap kerja dan tugas yang diamanahkan. 
  2. Menjauhi  segala  bentuk  kemungkaran  untuk  dirinya  dan  orang  lain dalam  bekerja. Misalnya,  tidak  malas-malasan,  merugikan  rekan  kerja, dsb.
  3. Taat pada aturan.

Hanya  menginginkan  hasil  pekerjaan  yang  baik  dan  halal.Allah  SWT menjamin  balasan  kepada  orang-orang  yang  bertaqwa  dalam  kehidupan  ini,termasuk   dalam   bekerja.   Firman   Allah   SWT   dalam   QS.   At-Talaq/65:2 disebutkan:

Terjemah: “Apabila   mereka   telah   mendekati   akhir   iddahnya,   Maka   rujukilah mereka   dengan   baik   atau   lepaskanlah   mereka   dengan   baik   dan persaksikanlah  dengan  dua  orang  saksi  yang  adil  di  antara  kamu  dan hendaklah  kamu  tegakkan  kesaksian  itu  karena  Allah.  Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat.    Barangsiapa    bertakwa    kepada    Allah    niscaya    Dia    akan Mengadakan baginya jalan keluar”.

3.Ikhlas Dalam Bekerja

Ikhlas adalah  syarat  kunci  diterimanya  amal  perbuatan  manusia disisi   Allah   SWT.   Suatu   kegiatan   atau   aktivitas   termasuk   kerja   jika dilakukan dengan keikhlasan maka akan mendatangkan rahmat dari Allah SWT. Adapun ciri-ciri orang yang bekerja dengan Ikhlas yaitu:

  1. Bekerja semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
  2. Bersih dari segala maksud pamrih dan ria.
  3. Penuh semangat dalam mengerjakan seluruh tugas pekerjaan. 
  4. Tidak merasa rendah   karena   makian atau cercaan   sehingga   tidak mengurangi semangat dalam bekerja.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali-Imran/3:29 disebutkan :

Terjemah: “Katakanlah:  "Jika  kamu  Menyembunyikan  apa  yang  ada  dalam  hatimu atau  kamu  melahirkannya,  pasti  Allah  Mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit  dan  apa-apa yang ada di bumi. dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”

 

Sumber dan Faktor Produktivitas Kerja

Manusia  sebagai  tenaga  kerja  untuk  tetap  produktif  harus  mampu mendayagunakan   sumber   tenaga   kerja   baik   yang   terdapat pada   dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Adapun sumber produktivitas yaitu : 

        1.Penggunaan Pikiran

Produktivitas  kerja  dikatakan  tinggi  jika  untuk  memperoleh  yang maksimal  dipergunakan  cara  yang  paling  mudah  dan  tidak  memerlukan banyak pikiran yang rumit dan sulit.

        2. Penggunaan Tenaga Jasmani dan Fisik

Produktivitas    dikatakan    tinggi    apabila    didalam    mengerjakan sesautu diperoleh hasil yang jumlahnya terbanyak dan mutu terbaik tidak banyak   digunakan   tenaga   jasmani   dan   mutu   terbaik,   tidak   banyak dipergunakan   tenaga   jasmani   dan   fisik   yang   melelahkan,   sebaliknya produktivitas    dikatakan    rendah    apabila    dikaitkan    dengan    banyak mempergunakan tenaga kerja jasmani/ fisik sedangkan hasilnya sedikit.

        3. Penggunaan Waktu

Produktivitas dari segi waktu berkenaan dengan cepat atau lambat pencapaian   suatu   hasil   dalam   kerja.   Untuk   mencapai   hasil   tertentu diperlukan  waktu  yang  singkat  ini  berarti  produktivtas  kerja  mengalami kenaikan yang tinggi.

        4. Penggunaan Ruang suatu Pekerjaan

Dikatakan   produktif   apabila   ruang   yang   luas,   sehingga   tidak memerlukan   mobilitas   yang   jauh   pemakaian   ruang   yang   luas   akan memperpanjang  jarak  yang  harus  ditempuh  tenaga  dalam  mewujudkan kerjasama dengan orang lain dalam melaksanakan suatu perkerjaan.

        5.Penggunaan Material

Dikatakan  produktifapabila  penggunaan  material/  bahan  baku dan  peralatan  tidak  terlalu  banyak  yang  terbuang  dan  harganya  tidak terlalu mahal tanpa mengurangi hasil yang hendak dicapai.



Untuk dapat meningkatkan Produktivitas Kerja ada beberapa cara untuk meningkatkannya baik bersifat material  maupun non material, berikutt beberapa cara meningkatkannya :

  • Gaji yang cukup. 
  • Memperhatikan kebutuhan rohani.
  • Menciptakan suasana yang santai / rileks.
  • Menempatkan karyawan pada bidang / posisi yang tepat.
  • Pemberian intensif yang terarah.
  • Memberikan kepercayaan pada karyawan

Sekian pembahasan dari saya mengenai Produktivitas Kerja dalam Ekonomi Islam, mohon maaf bila ada perkataan atau yang saya sampaikan salah maupun kurang lengkap, saya mohon maaf. Terimakasih buat teman teman yang sudah membaca artikel saya. saya pamit wabillahittaufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer